oleh

PT Amnar Awandi Kazoku Rilis Hoala dan Koala Sebagai Solusi Minimnya Lagu Anak-anak Indonesia

Saat ini banyak anak-anak yang mendengarkan lagu yang tidak sesuai untuk rentang usia mereka. Bahkan, banyak generasi muda Indonesia yang lebih hafal musik idol barat seperti Justin Bieber, Ariana Grande, Nicky Minaj dan lain-lain. Padahal, jika dipahami makna liriknya sangat tidak cocok untuk anak-anak.

Tak heran, eksistensi lagu anak di zaman digital semakin memprihatinkan. Selain tidak ada regenerasi pencipta dan penyanyi lagu anak, seperti seperti Pak Kasur, Ibu Sud, dan Papa T Bob, perhatian industri musik pada lagu-lagu anak juga bisa dibilang sangat minim.

Melihat fakta tersebut, PT Amnar Awandi Kazoku merilis karakter animasi 3D “Hoala dan Koala” untuk diciptakan khusus untuk anak-anak Indonesia.

“Kebanyakan musik anak Indonesia juga mendapat perlakuan kurang istimewa, dan serius dari sisi penggarapan sehingga kualitas yang dihasilkan dari kurang maksimal,” kata CEO PT Amnar Awandi Kazoku, Rendyadi Amnar, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Beritasatu.com, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga  Komunitas Mentari Launching Bank Sampah

Pria yang akrab disapa Rendy ini mengaku prihatin dengan eksistensi lagu anak dan semakin lesunya industri musik untuk lagu-lagu anak di Indonesia. “Hal ini yang memicu kami merilis karakter animasi Hoala dan Koala untuk anak-anak Indonesia,” imbuhnya.

Rendy menjelaskan, Hoala dan Koala merupakan karakter musikal berbentuk animasi 3D yang bisa bernyanyi. Hoala dan Koala adalah sepasang sahabat yang gemar bernyanyi.

Total ada 12 karakter animasi yang tampil dalam Hoala dan Koala. 3 karater utama Ayah, Ibu dan Hoala serta karater support Koala, Miss Jeruk, Rubin si Rubah, Lincul si Ular, Burhan si Burung Hantu, Bu Aya si Buaya, Serigili si Serigala, Om Ping si harimau, dan Om Bre si Singa.

Baca Juga  Ketua Humas RSUD Berkah Ajak Masyarakat Tingkatkan Prokes

“Seluruh karakter yang ada di dalam animasi ini juga bisa bernyayi sehingga diharapkan bukan hanya anak-anak yang terhibur tetapi orang tua yang menemani anak menonton juga bisa terhibur,” jelasnya.

Rendy mengungkapkan, tim Hoala dan Koala menggarap seluruh musik dengan serius dan matang. Terlebih, banyak musisi internasional yang terlibat.

Selain itu, banyak sekali alat musik yang unik yang dipakai dalam penggarapan album-album Hoala dan Koala, seperti saksofon, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik Indonesia seperti gamelan dan angklung.

“Kami ingin membuktikan tidak selamanya musik anak adalah musik sederhana dengan konsep yang juga sederhana. Kami percaya kualitas vokal yang kami tampilkan merupakan kualitas vokal yang bisa disandingkan dengan musik di luar genre anak-anak,” imbuhnya.

Baca Juga  Uji Coba Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dapat Kurangi Separuh Kasus Infeksi pada Nakes

Di masa pandemi covid-19 ini, aktivitas masyarakat dibatasi, apalagi dengan proses belajar mengajar yang di lakukan secara daring. Sehingga anak-anak saat ini memiliki kecenderungan terpapar gagdet lebih intensif dibanding sebelumnya.

Dikutip dari laman hoaladankoala.com, keseriusan dalam menggarap platform digital ini tampak dengan eksistensi digital di beberapa penyedia layanan musik online dan media sosial.

“Kami memaksimalkan website, youtube, FB IG, tiktok, spotify, apple music, twitter dan soundcloud sebagai ujung tombak,” pungkas Rendy. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed